Oleh Dr. Sarah
Medical Correspondent
Jika ada hal lain yang lebih mengganggu dari sakit gigi, mungkin itu adalah penyakit asam lambung atau refluks gastroesofagus.
Ini ada lah cerita dari salah satu pasien saya, di dalam dompetnya, Agus(34) menyimpan banyak kartu
rumah sakit. Kartu-kartu itu tertata di
dalam saku-saku dompet bak koleksi. Perkaranya adalah penyakit asam lambung yang dialaminya.
Penyakit yang menyerang sistem pencernaan itu membuat Agus mendatangi sejumlah rumah sakit dan
deretan dokter berbeda. Semua dilakoni demi memastikan bahwa diri nya baik-baik saja.
Saya mencari jawaban akan kondisi medis dari banyak dokter. Meski ujungnya, hasil yang didapat tetap sama: asam lambung.
Meski begitu, Saya tetap tak percaya apa yang dikatakan dokter. Dalam kepala saya, pikiran tentang penyakit jantung terus berlarian kesana kemari.
Gara-garanya awal 2020 lalu. Dalam perjalanan pulang dari kantor, Saya tiba-tiba merasa tak karuan.
Rasa tak karuan itu disusul dengan sensasi panas dan nyeri di dada.
Setibanya di kostan, bukannya tenang, justru semakin panik.
Jantung Saya tiba-tiba berdebar
kencang.
Saya langsung menghubungi seorang kawan untuk mengantarnya ke RS.
Tak mau menunggu, Saya memaksakan diri berjalan kaki menyusul sang kawan. Saya berjalan terseok-seok
menyusuri jalan dengan badan yang dirasanya sudah tak berdaya. Belum lagi sesak napas parah yang
muncul secara tiba-tiba.
Sejak itu, hidup Saya dipenuhi oleh ketakutan-ketakutan yang di luar nalar. Ia tak berani sendirian di kamar kostan. bahkan takut pergi ke kantor.
Saya percaya, kafein dalam teh bisa membuat asam lambung naik dan memicu gejala-gejala menakutkan seperti yang pernah dialaminya. Menyadari ada sesuatu yang aneh pada dirinya, Saya kembali memeriksakan diri ke dokter penyakit dalam. Hasilnya, ia dirujuk untuk menemui psikiater.
Dari pertemuannya dengan psikiater, Saya tahu bahwa ketakutan-ketakutan itu merupakan manifestasi dari gangguan cemas yang dialami. Pasien GERD memang berisiko mengalami gangguan cemas. Sekitar 20 persen pasien GERD mengalami kecemasan yang intens di kemudian hari.
“Orang yang mengalami GERD itu sering kali lebih dominan cemasnya. Apalagi kalau kondisi GERD-nya tidak terlalu bisa ditangani dengan baik,” ujar dokter spesialis kesehatan jiwa RS EMC Alam Sutera, Di Indonesia, epidemiologi penyakit asam lambung tidak tercatat dengan jelas. Namun, berdasarkan studi yang dilakukan oleh ahli gastroenterologi Profesor Ari Fahrial Syam, diprediksi prevalensi GERD di Indonesia mencapai 27,4 persen.
Berbulan-bulan saya hidup dalam ketakutan. Setiap hari penuh rasa was-was. Saya mencoba berbagai
obat, dari yang diresepkan dokter sampai yang katanya herbal. Tapi rasa sakit itu selalu datang
kembali.
Dan di saat saya merasa kehilangan arah… hingga akhirnya saya bertemu seseorang. Seorang sahabat
lama yang pernah mengalami hal serupa. Ia menatapku dan berkata, “Dina, bukan cuma obat yang kamu
butuhkan. Tapi juga di bantu dengan herbal seperti madu mag MAGELOS”
Dia mengenalkanku pada pola hidup yang baru—makan teratur, minum air hangat di pagi hari, olahraga ringan, manajemen stres, dan konsumsi madu mag MAGELOS. Saya mulai menjauh dari kopi, makanan pedas, dan begadang. Saya belajar mindfulness, belajar memaafkan diriku sendiri yang selama ini terlalu keras bekerja tanpa memberi waktu untuk bernapas.
Perlahan… tubuhku merespons. Sakit lambung itu tak lagi seintens dulu. Saya mulai bisa tidur nyenyak,
makan tanpa tsayat, dan tersenyum tanpa menyembunyikan rasa nyeri.
Dan di saat saya benar-benar berdamai dengan tubuhku… saya sadar: inilah solusi sejatinya. Bukan
bulak balik rumah sakit tetapi cukup konsumsi madu mag MAGELOS dan perubahan pola makan yang sehat.
Sekarang, saya berbagi kisah ini bukan karena saya sempurna… tapi karena saya pernah jatuh begitu
dalam, dan tahu betapa sulitnya bangkit. Tapi kalau saya bisa melewati itu—kamu pun bisa.
Karena kadang, di balik rasa sakit yang paling dalam… tersimpan panggilan untuk mencintai diri
sendiri lebih dari sebelumnya.
Catatan Redaksi:
MAGELOS telah melalui proses verifikasi tim editorial dan terbukti memiliki izin edar BPOM dan bersertifikasi HALAL MUI.
Promo Spesial:
Pembelian melalui halaman ini anda akan mendapatkan potongan harga 50% bagi 50 orang pertama.
Melalui uji klinis terbatas, tim peneliti MAGELOS menemukan tiga cara kerja utama:
87%
penurunan frekuensi heartburn
92%
pasien bisa tidur nyenyak tanpa gejala
68%
bebas obat kimia setelah 60 hari
Lengkapi formulir di bawah untuk mendapatkan diskon eksklusif Anda
Kami menghubungi beberapa pengguna MAGELOS untuk mendapatkan pengalaman langsung mereka:
Budi S., 54
Pembelian Terverifikasi
"Setelah 3 minggu mengonsumsi MAGELOS, asam lambung saya jauh lebih terkendali. Saya bisa tidur nyenyak tanpa terbangun karena nyeri dada di malam hari. Sudah bertahun-tahun saya tidak bisa tidur senyenyak ini!"
Siti M., 28
Pembelian Terverifikasi
"Awalnya saya ragu, tapi setelah mencoba MAGELOS, rasa nyeri di lambung saya berkurang drastis. Sekarang saya bisa makan makanan favorit tanpa khawatir asam lambung naik. Suami saya juga ikut memesan setelah melihat perubahannya!"
Dr. Andi P., 48
Pembelian Terverifikasi
"Sebagai dokter, saya selalu berhati-hati dengan suplemen, tapi penelitian tentang bahan-bahan alami dalam MAGELOS sangat meyakinkan. Saya telah merekomendasikan MAGELOS kepada pasien-pasien dengan masalah GERD dan hasilnya sangat memuaskan."
Lina T., 52
Pembelian Terverifikasi
"Sudah 2 bulan saya mengonsumsi MAGELOS dan perubahannya luar biasa! Saya tidak lagi merasakan sensasi terbakar di dada, bisa makan lebih nyaman, dan hasil pemeriksaan lambung saya terakhis menunjukkan perbaikan signifikan. Ini foto hasil pemeriksaan gastrokopi saya yang menunjukkan penurunan peradangan!"
Rudi K., 59
Pembelian Terverifikasi
"Di usia 59 tahun, saya sering merasa tidak nyaman setelah makan dan sering terbangun malam hari karena asam lambung. Setelah 6 minggu mengonsumsi MAGELOS, saya merasa seperti kembali muda 10 tahun! Saya bisa menikmati makanan favorit lagi, tidur nyenyak, dan bangun pagi dengan segar. Produk ini benar-benar mengubah hidup saya!"